Kuliah Gratis dengan Australia Awards Scholarship

0
111

Kabar gembira untuk kamu yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negri. Pemerintah Australia membuka program beasiswa untuk ratusan calon mahasiswa yang ingin belajar di Australia. Program dibuka setiap tahun dan bernama Australia Awards Scholarship yang didanai penuh oleh pemerintah Australia, mulai dari biaya kuliah, living cost hingga tiket pesawat. Yuk kita simak bagaimana cara mendapatkannya.

Tentang Australia Awards Scholarship

Australia Awards Scholarships di Indonesia telah didukung oleh pemerintah Australia selama lebih dari 60 tahun.

Tujuan program Australia Awards adalah meningkatkan pembangunan di Indonesia melalui kontribusi dari profesional yang berkualitas internasional serta hubungan yang kuat dan positif dengan Australia.

Sejak tahun 1953, lebih dari 8.500 penerima beasiswa dari Indonesia telah menjalankan studi di perguruan tinggi Australia melalui skema short term award dan long term award yang banyak diantaranya kemudian mendapatkan posisi kepemimpinan dan membuat perubahan yang signifikan dalam pembangunan di Indonesia.

Australia Awards di Indonesia menawarkan dua jenis beasiswa; program pascasarjana (Long Term Awards) dan kursus singkat yang intensif (Short Term Awards).

 

Beasiswa ini bersifat Full Scholarship, artinya semua biaya selama periode kuliah akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelanggara, yaitu Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Biayanya meliputi:

  • Tuition Fee (Uang kuliah)
  • Allowance (Biaya Hidup)
  • Settlement (Dibayarkan sekali saa tiba di Australia)
  • Tiket pesawat pulang pergi
  • Student Visa
  • Medical Check Up (untuk pembuatan visa)
  • OSHC (Asuransi student di Australia)
  • Reunion flight
  • Field Trip
  • Dependent Visa (untuk pasangan dan anak)
  • Introductory Academic Program
  • Supplementary Academic Support
  • In-Indonesia Pre-Course English
  • InIndonesia Stipend

Awardee diperkenankan membawa keluarga ke Australia dengan biaya sendiri, setelah memenuhi syarat dari DFAT dan pihak imigrasi. Keluarga diperbolehkan berangkat paling cepat 8 minggu setelah kedatangan awardee di Australia. Sudah beradaptasi dengan kehidupan di Australia dan kegiatan belajar di kampus.

Semenjak tahun 2006, allowance untuk spouse / pasangan tidak diberikan lagi. Namun berdasarkan informasi dari teman-teman awardee, allowance yang diberikan cukup untuk menghidupi awardee dan pasangan. Pasangan diperbolehkan untuk kerja full time. Sedangkan awardee diperbolehkan kerja 20 jam per minggu. Namun harus diperhatikan ya jangan sampai kerja sampingan kita mengganggu kegiatan belajar disana, karena tujuan utama kesana kan untuk belajar.


Tujuan Beasiswa

Tujuan program ini Australia adalah untuk menjadi mitra Indonesia dalam meningkatkan pembangunan negara dan lapangan pekerjaan. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan memperkuat hasil pengolahan sumber daya Indonesia sendiri. Beasiswa Australia Awards ini juga mendukung pengembangan manusia untuk masyarakat yang produktif dan sehat di Indonesia.

Beasiswa yang juga dikenal dengan nama Long Term Awards ditujukan untuk program studi pasca sarjana (post graduate degree) yaitu Masters or PhD/Doktor scholarships, ditawarkan kepada calon pemimpin bangsa di masa depan yang mempunyai misi untuk kembali dan membangun negara. Melalui kegiatan belajar dan riset di universitas, penerima beasiswa diharapkan mampu mengasah kemampuan dan pengetahuan untuk membuat perubahan dan membantu membangun koneksi yang solid dengan pihak Australia.

Para pelamar beasiswa Australia Awards akan dinilai dari segi profesionalitas dan kualitas personal, kompetensi akademis, dan yang paling penting, potensi mereka untuk mengatasi tantangan pembangunan di Indonesia.

Aplikasi beasiswa sangat mendukung pelamar dari wanita, penyandang keterbatasan dan yang berasal dari Geographic Focus Areas (saat ini adalah Aceh, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Maluku and Maluku Utara). Geographic Focus Areas ini mungkin akan berubah pada tahun-tahun berikutnya. Jadi baca baik-baik buku panduannya ya.


Persyaratan Beasiswa

Persyaratan Umum

  • Warga Indonesia yang sedang tinggal di Indonesia, dan mengajukan lamaran beasiswa dari Indonesia
  • Tidak sedang menikah atau bertunangan dengan orang yang memegang status sebagai warga negara Australia atau Selandia Baru maupun status sebagai Permanent Resident, dalam tahap apapun, baik seleksi, mobilisasi ataupun selama kuliah di Australia
  • Memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah Australia sebagai International Student (kesehatan, karakter, dll).
  • Tidak sedang mengajukan visa untuk tinggal di Australia
  • Tidak sedang melamar pada program long-term Australia Award yang lainnya, kecuali mereka telah tinggal di luar Australia selama dua kali total masa tinggal selama di Australia (misalkan, seorang awardee pada program sebelumnya yang tinggal selama 4 tahun untuk berkuliah di Australia tidak diperkenankan untuk melamar program Australia Awards Scholarship, sebelum tinggal di luar negara Australia atau kembali ke Indonesia sekurang-kurangnya selama 8 tahun).
  • Memenuhi kriteria khusus yang ditentukan oleh pemerintah Indonesi
  • Tidak sedang bertugas sebagai personel militer
  • Mampu memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh Department of Immigration and Border Protection untuk membuat DFAT Student Visa.
  • Mampu memenuhi semua persyaratan untuk proses penerimaan mahasiswa di Universitas tujuan di Australia

Persyaratan Khusus

  • Mengajukan program kuliah di bidang yang sesuai dengan Area Prioritas Be applying for courses that fall within the areas of development priority (see “Priority Academic Area of Study” below).
  • Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 2.90
  • Untuk pelamar program Master’s, memiliki salah satu English language proficieny: IELTS sekurangnya 5.5 (atau skor Paper-Based TOEFL 525,  atau skor Internet Based TOEFL 69, atau or PTE Academic 42). Skor IELTS, TOEFL or PTE Academic harus masih berlaku dan belum expired (hasil test yang didapatkan pada tahun 2016 dan 2017 dianggap masih berlaku). Semua tes selain yang telah disebutkan diatas (temasuk TOEFL prediction test) tidak akan diterima
  • Untuk pelamar program PhD/Doktor, memiliki salah satu English language proficieny: IELTS sekurangnya 6.0 (atau skor Paper-Based TOEFL 550,  atau skor Internet Based TOEFL 79, atau or PTE Academic 50). Skor IELTS, TOEFL or PTE Academic harus masih berlaku dan belum expired (hasil test yang didapatkan pada tahun 2016 dan 2017 dianggap masih berlaku). Semua tes selain yang telah disebutkan diatas (temasuk TOEFL prediction test) tidak akan diterima
  • Untuk pelamar dari Geograpic Fokus Areas dan penyandang keterbatasan/difabel, memiliki IPK sekurangnya 2.75 dan IELTS 5.0 (atau skor Paper-Based TOEFL 500,  atau skor Internet Based TOEFL 59, atau or PTE Academic 36)
  • Memberikan detail kontak lokasi tes untuk verifikasi hasil tes TOEFL.
  • Memberikan minimum satu (1) copy hasil tes TOEFL asli.
  • Telah memiliki gelar Sarjana, jika melamar program Masters.
  • Telah memiliki gelar Master, jika melamar program PhD/Doktor.
  • Menjawab semua pertanyaan pada from pendaftaran.
  • Bersedia dan unuk mengikuti program pelatihan English for Academic Purposes (EAP) secara full-time (Senin-Jumat 08.00-16.00) di Indonesia sebelum berangkat in Australia, jika telah menerima beasiswa.

Informasi Tambahan:

  • Untuk pelamar program Doktor/PhD, dibatasi hanya untuk pelamar dari staf atau pengajar di universitas, institusi perguruan tinggi, institusi riset, key policy makers, dan kandidat khusus dari agensi yang berasosiasi dengan pihak DFAT
  • Sangat dianjurkan untuk para pelamar program Doktor/PhD telah memiliki letter of support dari universitas di Australia pada program studi yang diajukan.

Link brosur web, handbook

Tanggal Penting

Application Dates (for study commencing in Australia in 2018)
Opening date  : 1 February 2018
Closing date    : 30 April 2018
Applications or supporting documents received after this date will not be considered.


Bagaimana Cara Mendaftarnya

Semua pelamar harus mendaftar online di situs OASIS : https://oasis.dfat.gov.au 

Pelamar dari Indonesia diharuskan juga untuk mengisi data tambahan secara online di situs SmartyGrants : https://australiaawardsindonesia.smartygrants.com.au

Link akan tersedia mendekati periode aplikasi. Saat mendaftar online, semua dokumen yang disyaratkan harus diupload di situs OASIS untuk memenuhi persyaratan khusus dari Indonesia.

Sangat disarankan untuk mendaftar dan submit aplikasi lamaran secara lengkap jauh hari sebelum tanggal penutupan. Hal ini disebabkan aplikasi online pada OASIS dan SmartyGrants yang pendaftarnya berasal dari seluruh dunia akan mengalami traffic yang sangat tinggi menjelang deadline. Jadi siapakan semua persyaratannya dari sekarang ya untuk menghindari delay dan gangguan.

Untuk lebih jelasnya, silakan mendownload Buku Panduan Resmi di link dibawah ini

Buku Panduan Resmi

Long Term Awards Brochure

Australia Awards Scholarships Policy Handbook

 


 

Tahapan Seleksi

Berikut ini adalah tahapan seleksi yang wajib diikuti oleh semua pelamar beasiswa AAS

Tahap 1 

Aplikasi pendaftaran secara online di situs OASIS dan SmartGrants dengan deadline 30 April 2018

Tahap 2

Pengumuman pelamar yang lolos tahap 1 dan akan mengikuti seleksi wawancara

Tahap 3 

Pemberitahuan mengenai lokasi dan tanggal seleksi untuk IELTS dan wawancara (JST Interview). Khusus pelamar PhD/Doktor akan melakukan presentasi proposal riset dan tanya jawab. Info lebih lengkap silakan lihat di handbook yaa..

Tahap 4 

Seleksi untuk IELTS dan wawancara (JST Interview) pada Juli/Agustus 2018

Tahap 5 

Pengumuman hasil seleksi beasiswa pada Agustus 2018

Semua pelamar akan mendapatkan notifikasi email apakah mereka lolos ke tahap selanjutnya.Pelamar yang gagal pada tahap wawancara akan mendapatkan feedback agar dapat memperbaikinya pada kesempatan selanjutnya.

 


Dokumen yang dibutuhkan

Bidang Studi

Long Term Awards akan ditawarkan kepada individu-individu untuk belajar di bidang yang berkontribusi pada Pembangunan Indonesia.
Bidang studi yang diprioritaskan yaitu:

  • Institusi ekonomi dan infrastruktur yang efektif;
  • Pembangunan manusia untuk masyarakat yang produktif dan sehat; dan
  • Masyarakat yang inklusif melalui pemerintahan yang efektif.

Namun jika diperinci dari tiga garis besar tersebut, ada banyak sekali pilihan jurusan dan program studi yang ditawarkan universitas-universitas di Australia yang bisa dipilih seperti perdagangan, perikanan, ekonomi, UMKM, perhubungan, pertambangan, perubahan iklim, kehutanan, kebudayaan, pariwisata, pertanian, pengelolaan sumber daya alam, kesehatan, pendidikan, hukum, politik, pemerintahan, kebijakan publik, anti korupsi, studi wanita dan gender, layanan disabilitas dan masih banyak bidang-bidang lainnya.

Haruskah sudah memiliki LoA saat mendaftar?

Proses aplikasi AAS tidak mewajibkan pelamar untuk memiliki Letter of Admission (LoA) terlebih dahulu. Tapi admin rasa kalau sudah punya LoA akan lebih baik. Admin sendiri belum punya LoA saat mengikuti proses seleksi. Tapi harus sudah punya pilihan akan mengajukan kuliah di universitas mana dan memiliki alasan yang kuat mengapa ingin melanjutkan studi disana.

Perlu diketahui bahwa melamar beasiswa dan mendaftar universitas adalah dua hal yang berbeda. Anda dapat melakukannya pada waktu yang berbeda. Bisa mencari beasiswanya dulu ataupun universitasnya dulu. Namun pada skema AAS, setelah mendapatkan beasiswa AAS atau telah resmi menjadi awardee, AAS akan mengurus proses pendaftaran di universitas sesuai dengan pilihan kita, dan para awardee akan mendapatkan LoA dengan difasilitasi oleh AAS.

Informasi Umum

Setiap tahun, banyak sekali peminat beasiswa ini, hingga mencapai 3000-4000 lebih aplikasi. Tahun 2016 ini, beasiswa ini menerima sekitar 3300 an aplikasi dan pada tahun 2017 ada 5000 an aplikasi. Hanya 600 an yang masuk ke dalam shortlist dan maju ke tahap wawancara  dan hanya 300 an diantaranya yang lolos. Jumlah tersebut terlihat banyak, namun proses mendapatkannya yang tidak mudah. Dari jumlah penerima beasiswa, 85% disediakan untuk beasiswa Master’s dan hanya 15% disediakan untuk PhD/Doktor. Nah bisa dibayangkan persaingan yang sungguh tidak mudah.

Karena itu, yuk persiapkan semua persyaratannya dari sekarang. Perbanyak informasi mengenai beasiswa dan latihan wawancara dan IELTS.

Semoga anda menjadi awardee selanjutnya :))

“Once all struggle is graspedmiracles are possible”. -Mao Tse Tung

 


Disclaimer

Perkenalkan, penulis adalah Firman Ikhsan, Awardee Australia Awards Scholarship Intake 2018. Program studi Master of Mechanical Engineering di University of Melbourne

Informasi yang diposting pada artikel ini didapatkan dari situs resmi AAS dan blog para Awardee dan Alumni yang dapat dilihat di list Resource. Untuk informasi terbaru yang lebih upadate, silakan mendownload Buku Panduan Resmi pada link di atas.

Jika ada pertanyaan silakan tinggalkan komentar anda di bawah ini yaa. Semoga bermanfaat :))


 

Source

AustraliaAwards   Madeandi   NengKoala   FitriOktaviani   KangguruPlus   BeritaSumba

JakBelajar 

LEAVE A REPLY