Mengenal Teknologi 3D Printer

3
3437

Kebutuhan mencetak tidak lagi sekedar di atas kertas. Kemajuan teknologi dapat mewujudkan apa yang ada di imajinasi Anda ke dalam bentuk yang lebih nyata dan dapat dirasakan melalui sentuhan. Kehadiran 3D printer menjawab kebutuhan akan mencetak sebuah desain secara digital menjadi sebuah produk nyata. 3D printer adalah proses pembuatan benda padat tiga dimensi dari sebuah desain secara digital menjadi bentuk 3D yang tidak hanya dapat dilihat tapi juga dipegang dan memiliki volume. 3D printer dicapai dengan menggunakan proses aditif, dimana sebuah obyek dibuat dengan meletakkan lapisan yang berurut dari bahan. Pencetakan 3D merupakan proses yang berbeda dari teknik mesin tradisional (proses subtraktif) yang sebagian besar bergantung pada penghapusan materi oleh pengeboran, pemotongan dan lain–lain.

3D Printer UP Plus

Gambar 1. Mesin UP! 3D Printer

Berbeda pada teknologi konvensional. Untuk membuat suatu obyek, diperlukan proses yang rumit dan panjang dengan membuat alat cetak terlebih dahulu (mold, die, cast).  Hal tersebut tentu saja membutuhkan investasi cetakan yang kurang ekonomis jika hanya membuat satu buah obyek. Printer 3D atau printer 3 Dimensi adalah teknologi baru yang luar biasa. Disaat kita belum selesai mengagumi produk-produk printer 2 dimensi yang dapat menghasilkan tampilan kualitas gambar yang menajubkan atau dapat memproduksi karya 2 dimensi yang unik seperti cutting sticker, printer DTG untuk garmen dan lain sebagainya, maka beberapa enginer hebat di dunia ini telah mampu menciptakan printer yang dapat mencetak benda atau objek dalam tampilan 3 dimensi. Dari berbahan resin hingga berbahan metal stainless steel gan. Luar biasa bukan!


Proses Pembuatan Produk Menggunakan 3D Printer

3D Printing adalah sebuah teknologi pembentukan objek tiga dimensi solid yang berasal dari file digital. Objek dibangun layer demi layer hingga membentuk objek yang sempurna menggunakan material tertentu. Berbeda dengan teknologi seperti pada mesin CNC (computer numerical control) yaitu substractive manufacturing, 3D printing menganut teknologi additive manufacturing di mana objek terbangun dengan membentuk layer per layer material, bukan membuang material seperti pada laser cutting/milling machine. Terdapat sejumlah teknologi dalam dunia 3D Printing, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pada mesin yang sangat advanced, dimensi objek yang dibentuk dapat sangat besar dan memiliki resolusi yang sangat tinggi pula. Namun berbanding lurus dengan harga untuk pengerjaannya.


 

Beberapa Produk Hasil 3D Printer 

09-20-2012form-1-on-desk00-1348689824

Replika Menra Eiffel

 IMG_2749

Cincin dengan ukiran yang detail

IMG_8251

Maket bangunan

photo_51647_shapeways

Desain seni abstrak

Hasil karya ane sendiri :p


Beberapa Situs Untuk Mendapatkan Desain 3D

untuk membuat objek 3D sebenarnya mudah, anda hanya perlu belajar software untuk membuat desain 3dimensi seperti Autodesk Inventor, Solidworks, Google Sketch up dan lain-lain. File desain tersebut di save ke dalam format .stl agar dapat di proses di mesin 3D printer. Namun bagi anda para pembaca yang (maaf) cupu dan tidak bisa menggunakan software tersebut, contoh file stl bisa didapatkan di situs dibawah ini.

www.thingiverse.com   |   www.3dvia.com

Perbandingan Material yang Biasa Digunakan

Material yang biasa saya gunakan adalah ABS karena rata-rata hampir semua jasa 3D printer di Indonesia menggunakan material ini. Lalu terdapat material lain seperti PLA. Saya sendiri baru mau mencoba menggunakannya jadi kurang begitu mengerti perbedaan keduanya. Berikut adalah tulisan yang berhasil saya dapatkan di internet mengenai perbedaan properties dari kedua material tersebut.

ABS and PLA General Material Properties

In addition to a part being accurately made, it must also perform in its intended purpose.

ABS – ABS as a polymer can take many forms and can be engineered to have many properties. In general, it is a strong plastic with mild flexibility (compared to PLA). Natural ABS before colorants have been added is a soft milky biege. The flexibility of ABS makes creating interlocking pieces or pin connected pieces easier to work with. It is easily sanded and machined. Notably, ABS is soluble in Acetone allowing one to weld parts together with a drop or two, or smooth and create high gloss by brushing or dipping full pieces in Acetone. Compared to PLA, it is much easier to recycle ABS.

Its strength, flexibility, machinability, and higher temperature resistance make it often a preferred plastic by engineers and those with mechanical uses in mind.

PLA –  Created from processing any number of plant products including corn, potatoes or sugar-beets, PLA is considered a more ‘earth friendly’ plastic compared to petroleum based ABS. Used primarily in food packaging and containers, PLA can be composted at comercial compost facilities. It won’t bio-degrade in your backyard or home compost pile however. It is natural transparent and can be colored to various degrees of translucency and opacity. Also strong, and more rigid than ABS, it is occasionally more difficult to work with in complicated interlocking assemblies and pin-joints. Printed objects will generally have a glossier look and feel than ABS. With a little more work, PLA can also be sanded and machined. The lower melting temperature of PLA makes it unsuitable for many applications as even parts spending the day in a hot car can droop and deform.

In Summary

Simplifying the myriad factors that influence the use of one material over the other, broad strokes draw this comparison.

ABS – Its strength, flexibility, machinability, and higher temperature resistance make it often a preferred plastic for engineers, and professional applications. The hot plastic smell deter some as does the plastics petroleum based origin. The additional requirement of a heated print bed means there are some printers simply incapable of printing ABS with any reliability.

PLA – The wide range of available colors and translucencies and glossy feel often attract those who print for display or small household uses. Many appreciate the plant based origins and prefer the semi-sweet smell over ABS. When properly cooled, PLA seems to have higher maximum printing speeds, lower layer heights, and sharper printed corners. Combining this with low warping on parts make it a popular plastic for home printers, hobbyists, and schools


Kelebihan dan Kekurangan 3D Printer

+ Waktu pembuatan cepat

+ Proses pengerjaan cukup mudah

+ Bisa membuat bentuk yang rumit

 

– Ukuran benda yang dapat dibuat terbatas

– Kekuatan material masih rendah, terutama plastik

– Resolusi dan ketelitian yang lebih rendah dibandingkan mesin CNC


Source

Kaskus   |   Ada Ide   |    Datascrip   |   Youtube   |   Protoparadigm

 


 

3 COMMENTS

    • Wa’alaikum salam Wr Wb
      Anda bisa menggambar dengan autodesk inventor lalu
      klik save as > save copy as > ganti format menjadi .stl > option > ganti dimension menjadi milimeter > save

Leave a Reply